Daerah  

Perkuat Ekosistem Digital Desa, BNI Pasang Agen46 dan QRIS di 90 Titik KDMP Lamongan

LAMONGAN | PANTURAPOS – Akses pencairan bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat pedesaan kini makin dekat dan efisien. Kementerian Sosial (Kemensos) RI mulai menguji coba skema penyaluran bansos terintegrasi melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dengan dukungan jaringan perbankan dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI).

Uji coba nasional ini salah satunya direalisasikan di Kabupaten Lamongan. BNI tercatat telah menyiagakan fasilitas perbankan Agen46 di 90 titik KDMP yang telah aktif beroperasi di wilayah tersebut.

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi pemerintah untuk mempermudah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam mengakses haknya tanpa terkendala jarak.

“Kita mulai secara bertahap dari koperasi-koperasi desa yang sudah siap infrastrukturnya. Harapannya, begitu seluruh titik siap, pola penyaluran berbasis koperasi desa ini bisa diterapkan secara serentak secara nasional,” ujar Gus Ipul saat meninjau langsung operasional KDMP Sidorejo, Kecamatan Deket, Lamongan.

Dalam peninjauan tersebut, hadir mendampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara, serta jajaran manajemen BNI.

Melalui skema baru ini, KPM cukup mendatangi KDMP terdekat di wilayahnya untuk mencairkan dana bantuan, tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi ekstra menuju kantor cabang bank di pusat kota.

Guna menyokong keandalan transaksi di tingkat desa, BNI menerjunkan layanan perbankan tanpa kantor (branchless banking) melalui Agen46, serta melengkapi KDMP dengan perangkat transaksi digital.

Direktur Kelembagaan BNI, Eko Setyo Nugroho, menyampaikan bahwa seluruh 90 unit KDMP yang beroperasi di Lamongan telah dibekali mesin Electronic Data Capture (EDC) dan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

“Integrasi ini bertujuan menghadirkan kemudahan transaksi bagi warga desa, baik untuk penarikan tunai bansos maupun berbelanja kebutuhan pokok non-tunai di koperasi. Ke depan, jangkauan Agen46 akan terus kami perluas seiring bertambahnya KDMP aktif di daerah lain,” kata Eko.

Inisiatif kolaboratif ini diharapkan tidak hanya mempercepat distribusi bantuan pemerintah, tetapi juga membangkitkan roda perekonomian lokal berbasis koperasi di perdesaan. [Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *