LAMONGAN | PANTURAPOS — Tapak baru pengelolaan olahraga Kabupaten Lamongan resmi dimulai. Melalui Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Lamongan 2026 yang berlangsung di Pendopo Lokatantra, Rabu (14/10/2026), M. Munip Syarif terpilih secara aklamasi untuk memimpin KONI Kabupaten Lamongan masa bakti 2026–2030.
Keputusan penetapan Munip Syarif diambil secara bulat oleh seluruh perwakilan cabang olahraga (cabor) yang hadir, menyusul hasil verifikasi akhir yang dipaparkan oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP).
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Bupati Yes), yang membuka langsung forum tersebut menegaskan bahwa Musorkab bukan sekadar panggung regenerasi struktur. Lebih jauh, ajang ini harus menjadi pijakan strategis untuk mengevaluasi sekaligus memantapkan pembinaan atlet lokal secara berkelanjutan.
“Harapan kita, Musorkab ini bukan hanya memilih pengurus baru, tetapi jadi sarana memantapkan seluruh program kerja KONI Lamongan ke depan,” ujar Bupati Yes di hadapan para delegasi cabor.
Bupati Yes menekankan pentingnya langkah progresif dan profesionalisme pengurus baru dalam memetakan cabor potensial. Langkah ini dinilai krusial agar Lamongan tidak hanya menjadi peserta rutin, melainkan mampu mencetak lonjakan prestasi pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim maupun kejuaraan tingkat nasional. Pemerintah Kabupaten Lamongan pun menyatakan kesiapannya untuk menyokong kebutuhan sarana dan prasarana pendukung.
Perkembangan keolahragaan di Lamongan menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Mantan Ketua Umum KONI Lamongan periode 2022–2026, Heri, mengungkapkan adanya lonjakan signifikan jumlah cabor terdaftar di bawah naungan KONI, dari semula 29 cabor menjadi 49 cabor.
Ekspansi ini mendapat respons positif dari Pemkab Lamongan. Bupati Yes mendorong agar inventarisasi cabor berprospek medali terus diperluas, termasuk cabor yang baru berkembang seperti tinju dan orado.
Untuk menyongsong agenda Porprov Jatim mendatang, KONI Lamongan telah menyiapkan 47 cabor. Sejumlah disiplin seperti catur, biliar, karate, muay thai, sambo, gulat, panjat tebing, dan pencak silat tetap menjadi pilar utama penyumbang prestasi. Sementara itu, cabor dayung dan tinju kini diproyeksikan sebagai kekuatan baru untuk mendulang medali pada Porprov Jatim 2027 mendatang melalui pemantapan kualitas pelatih dan pembinaan berjenjang.
Usai penandatanganan berita acara Musorkab, M. Munip Syarif menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh pengurus cabor. Ia menegaskan akan segera bergerak cepat menyusun jajaran kepengurusan dan merumuskan langkah strategis organisasi.
“Amanah ini merupakan tanggung jawab bersama. Pijakan awal kami adalah memperkuat soliditas internal KONI dan seluruh cabor, dilanjutkan dengan evaluasi serta pemetaan cabor unggulan. Kami siap bersinergi rapat dengan Pemkab Lamongan demi melahirkan atlet lokal tangguh yang mampu membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi,” tegas Munip. [Red]












