NGAWI | PANTURAPOS — Semangat kebersamaan antara warga dan prajurit TNI di Kabupaten Ngawi kembali membuahkan hasil positif. Memasuki hari ke-19 pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130, progres fisik pemasangan paving blok di Desa Jatipuro, Kecamatan Karanganyar, telah menyentuh angka 54 persen pada Senin (2/11/2026).
Pencapaian ini dinilai cukup impresif di tengah tantangan cuaca yang tidak menentu belakangan ini. Alih-alih mengendurkan ritme kerja, kendala cuaca justru direspons oleh Satgas TMMD bersama masyarakat dengan strategi pengerjaan yang lebih adaptif di lapangan.
Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD, Kapten Inf Jumadi, mengungkapkan bahwa pihaknya menerapkan sistem kerja estafet dan pembagian sif guna memaksimalkan waktu produktif harian. Bahkan, pada momen tertentu, proses perataan dan penyusunan paving terus dikebut hingga larut malam.
“Kami mengantisipasi dinamika cuaca yang sering turun hujan secara mendadak dengan strategi kerja estafet. Waktu yang ada benar-benar kami optimalkan, termasuk memperpanjang durasi pengerjaan sampai malam hari agar target rampung tepat waktu,” jelas Kapten Inf Jumadi saat ditemui di lokasi proyek.
Pantauan di lokasi memperlihatkan atmosfer gotong-royong yang begitu kental. Warga Desa Jatipuro tampak bahu-membahu bersama anggota TNI, mulai dari menyiapkan konsumsi, melangsir material pasir dan batu, hingga merangkai blok-blok paving agar tersusun rapi dan kuat.
Menanggapi dinamika di lapangan, Dansatgas TMMD Ke-130, Letkol Arh Setu Wibowo, S.Hub.Int., M.H.I., memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan ketahanan mental yang ditunjukkan oleh warga maupun personel satgas. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat merupakan energi utama dalam menyukseskan program lintas sektoral ini.
“Solidaritas dan antusiasme warga Jatipuro luar biasa. Dengan sinergi yang terbangun kuat ini, kami optimis sisa persentase pekerjaan fisik dapat diselesaikan lebih cepat dari jadwal, sehingga akses jalan baru ini bisa segera dimanfaatkan untuk mendongkrak roda perekonomian warga setempat,” pungkas Letkol Arh Setu Wibowo. [Don]












