Hadirkan Polisi Sahabat Anak, Polsek Kedunggalar Sosialisasi Kamtibmas di SDN Katikan 2

NGAWI | PANTURAPOS – Komitmen menjaga dan membina generasi muda dari ancaman penyakit sosial terus digencarkan oleh Jajaran Polres Ngawi, Polda Jawa Timur. Melalui program keberlanjutan Police Go To School, jajaran Polsek Kedunggalar menyambangi SDN Katikan 2 yang berlokasi di Desa Katikan, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi.

Puluhan murid beserta jajaran staf pengajar menyambut antusias sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Kanit Binmas Polsek Kedunggalar Aiptu Darto bersama Bhabinkamtibmas Desa Katikan Brigpol Versi NR tersebut.

Dalam pemaparannya, petugas kepolisian menyoroti berbagai isu kritis yang kerap mengintai anak usia sekolah. Materi yang disampaikan mencakup bahaya kecanduan gawai—seperti game online dan judi online (judol)—efek buruk perundungan (bullying), ancaman bahaya narkotika, hingga pentingnya kedisiplinan dan keselamatan dalam berlalu lintas.

Tak hanya itu, para siswa juga dibekali literasi digital tentang etika bermedia sosial agar terhindar dari potensi kejahatan siber. Petugas turut mengingatkan murid-murid untuk menjauhi perbuatan destruktif seperti balap liar yang mengancam keselamatan jiwa.

Sebagai sarana perlindungan diri dan penanganan cepat, personel Polsek Kedunggalar juga memperkenalkan layanan darurat Call Center Polisi 110 kepada para murid dan tenaga pendidik.

Mewakili Kapolres Ngawi AKBP M. Amirul Hakim, S.I.K., M.Si., Kapolsek Kedunggalar AKP Karno, S.H., menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai instrumen edukatif dalam menanamkan kesadaran hukum dan membangun karakter positif anak sejak dini.

“Tujuan utama kami adalah mengubah persepsi anak-anak agar memandang polisi bukan sekadar aparat penegak hukum, melainkan sebagai sosok sahabat dan pelindung. Lewat ruang edukasi ini, kami mendorong siswa agar berani menolak bullying, membentengi diri dari narkoba dan judol, serta membiasakan tertib lalu lintas,” ujar AKP Karno saat memberikan keterangan, Rabu (14/10/2026).

AKP Karno juga menekankan pentingnya peran kolaboratif antara pihak sekolah dan para orang tua murid untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas harian anak, terutama saat berinteraksi dengan perangkat elektronik dan internet.

“Sinergi semua pihak sangat diperlukan. Jika masyarakat mendapati adanya gangguan kamtibmas atau memerlukan bantuan darurat, jangan ragu untuk memanfaatkan layanan Call Center 110. Mari kita ciptakan ruang tumbuh yang kondusif agar anak-anak dapat belajar dengan aman demi meraih cita-cita mereka,” pungkasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan penyuluhan yang berlangsung interaktif tersebut berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif. Kerjasama erat antara Polri, pihak sekolah, dan elemen masyarakat diharapkan mampu mencetak generasi penerus bangsa yang berdisiplin tinggi serta berkarakter kuat. [Don]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *