Antisipasi Dampak Buruk Teknologi, Polres Lamongan Edukasi Literasi Digital dan AI ke Pelajar

LAMONGAN, Panturapos.com | Menghadapi pesatnya perkembangan teknologi digital, SMAN 1 Lamongan dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Edukasi Paham Artificial Intelligence (AI). Program edukatif ini diselenggarakan atas kerja sama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dengan Kepolisian Resor (Polres) Lamongan guna melatih literasi digital para generasi muda.

Berlangsung di Aula SMAN 1 Lamongan sepanjang pekan ini, kegiatan tersebut diikuti secara antusias oleh puluhan peserta didik. Para siswa tidak hanya disajikan materi teoritis, tetapi juga diajak secara interaktif melakukan praktik langsung pemanfaatan berbagai platform AI untuk menunjang kebutuhan belajar.

Selain mengajarkan efisiensi belajar berbasis AI, materi pelatihan turut menekankan sisi kewaspadaan terhadap ancaman keamanan siber serta potensi penyalahgunaan teknologi.

Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, S.Pd., mewakili Kapolres Lamongan mengungkapkan bahwa pembekalan ini merupakan langkah preventif strategis dalam membendung maraknya kejahatan di dunia maya.

“Kami melihat pentingnya memberikan pemahaman sejak dini kepada generasi muda tentang penggunaan teknologi yang aman dan bertanggung jawab. AI adalah alat yang sangat powerful, dan kami ingin memastikan generasi muda menggunakannya untuk hal-hal positif, bukan sebaliknya,” tegas Ipda M. Hamzaid di sela kegiatan.

Sisi positif dari pembekalan praktis ini turut dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satu siswa SMAN 1 Lamongan, Rian Perkasa (17), mengaku kegiatan ini membuka wawasannya mengenai batas aman dalam berselancar di dunia digital.

“Awalnya kami cuma tahu AI buat bantu tugas sekolah secara praktis. Dari kegiatan ini kami baru sadar kalau ada risiko kebocoran data dan ancaman siber kalau asal pakai. Jadi sekarang kami lebih tahu etika dan batasannya,” ungkap Rian.

Melalui sinergi antara kepolisian dan insan pendidikan ini, para siswa di Kabupaten Lamongan diharapkan tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, melainkan mampu menjadi pengguna AI yang kritis, bijak, beretika, serta siap bersaing di era digital. [Cah]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *