NGAWI | PANTURAPOS — Langkah proaktif diambil jajaran kepolisian dalam mengantisipasi dampak disrupsi teknologi di kalangan remaja. Sebanyak 150 siswa SMKN 1 Geneng, Kabupaten Ngawi, mendapatkan pembekalan khusus terkait pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara bijak, etis, dan bertanggung jawab, Minggu (27/9/2026).
Program edukasi yang diinisiasi oleh Polres Ngawi ini dirancang bukan sekadar untuk mengikuti tren digital yang sedang masif, melainkan untuk membangun fondasi literasi digital yang kuat sejak dini. Dalam sesi tersebut, para pelajar diajak mendalami bagaimana teknologi kecerdasan buatan dapat berfungsi sebagai instrumen pendukung produktivitas dalam dunia pendidikan maupun kreativitas, tanpa melupakan pentingnya verifikasi informasi.
Mewakili Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., Kabag SDM Kompol Budi Cahyono menegaskan bahwa penguasaan teknologi modern wajib diimbangi dengan nalar kritis yang matang.
“AI merupakan instrumen canggih yang menawarkan banyak kemudahan bagi pelajar. Namun, penggunaannya harus dilandasi kebijaksanaan. Jangan sekadar ikut-ikutan tren; pahami esensinya, optimalkan untuk hal-hal yang positif, dan selalu lakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diperoleh,” ujar Kompol Budi saat dikonfirmasi awak media.
Ia menambahkan, tantangan utama generasi masa kini adalah bagaimana menyaring arus informasi yang diproduksi oleh sistem otomatisasi agar tidak berujung pada penyalahgunaan. Pihaknya ingin memastikan bahwa para pelajar di Ngawi tumbuh menjadi digital native yang tidak hanya kreatif dan cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas serta etika siber yang tinggi.
Melalui sinergi edukasi seperti ini, Polres Ngawi berharap para siswa dapat siap menghadapi dinamika era digital yang bergerak cepat, sekaligus melahirkan generasi muda daerah yang cerdas, kritis, kreatif, dan bertanggung jawab penuh di ruang siber. [Don]












