Daerah  

Sentuhan Sosial Pemkab Bojonegoro di Ajang PASS ISYA 2026: Berdayakan UMKM, Santuni Kaum Dhuafa

BOJONEGORO | PANTURAPOS – Ada pemandangan yang sarat makna di balik kemeriahan deretan stan produk lokal dalam ajang Pasar Rakyat PASS ISYA 2026 di Lapangan Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Di tengah riuhnya transaksi ekonomi dan geliat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), denyut kepedulian sosial berdetak kencang menyapa warga yang membutuhkan, Jumat (6/11/2026).

Ajang yang dihelat selama tiga hari penuh sejak 6 hingga 8 November 2026 ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat perputaran roda ekonomi kerakyatan. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Sosial, memanfaatkan momentum pembukaan acara untuk turun tangan langsung merangkul kelompok rentan melalui penyaluran bantuan tunai.

Setidaknya, terdapat belasan warga dari berbagai kategori yang menerima uluran tangan pada hari pertama pembukaan tersebut. Bantuan sosial ini menyasar lima anak yatim, lima warga lanjut usia (lansia), serta tiga petugas keagamaan yang selama ini mengabdi di tengah masyarakat.

Berdasarkan data penyaluran, besaran dana bantuan tunai yang dialokasikan bervariasi sesuai dengan kebutuhan penerima. Untuk kategori lansia, masing-masing menerima Rp900 ribu. Sementara itu, bantuan senilai Rp1,5 juta diserahkan kepada setiap anak yatim, dan Rp1,8 juta dialokasikan bagi masing-masing petugas keagamaan.

Wajah haru terpancar dari para penerima manfaat, salah satunya adalah Ferdi. Remaja yang tinggal di Dusun Mojoranu, Desa Mojoranu RT 07/RW 02 ini tak dapat menyembunyikan rasa syukurnya usai menerima bantuan sebagai perwakilan anak yatim. Di matanya, kehadiran program ini bukan sekadar angka nominal uang, melainkan bentuk kehadiran nyata negara di tengah masyarakat kecil.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada kami,” ungkap Ferdi dengan nada bergetar penuh rasa syukur.

Sebagai bagian dari masyarakat Bojonegoro, Ferdi menaruh harapan besar agar gelaran PASS ISYA tidak sekadar menjadi angin lalu bagi sektor perdagangan. Ia berharap acara ini mampu melipatgandakan omset para pelaku usaha lokal sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah. “Semoga UMKM Bojonegoro semakin maju, tangguh, dan mampu bersaing luas,” tambahnya.

Langkah kolaboratif yang memadukan antara pemberdayaan ekonomi dan aksi filantropi ini mendapat apresiasi positif dari berbagai kalangan. Pasar rakyat terbukti tidak kehilangan esensi sosialnya; perdagangan berjalan, roda UMKM berputar, namun empati kepada kaum dhuafa dan kelompok rentan tetap menjadi prioritas utama.

Melalui sinergi program pemerintah daerah ini, PASS ISYA di Desa Ngraseh sukses menjelma lebih dari sekadar pusat perbelanjaan sementara. Ia menjadi simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan yang berjalan beriringan dengan kepekaan sosial, merajut asa dan kehangatan di bumi Bojonegoro. [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *