NGAWI | PANTURAPOS – Warga Desa Jatipuro, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, kini bisa bernapas lega sekaligus semringah. Impian mereka untuk memiliki akses infrastruktur yang lebih representatif segera terwujud menyusul progres pembangunan jembatan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-130 Kodim 0805/Ngawi yang telah menyentuh angka 78 persen pada hari ke-20 pelaksanaannya, Selasa (3/11/2026).
Pantauan di lokasi, atmosfer kerja sama yang kental terlihat jelas di mana personel Satgas TMMD bahu-membahu bersama warga setempat. Fokus pengerjaan saat ini telah bergeser ke tahap pengecatan struktur dan finishing, sebuah fase krusial untuk mempercantik sekaligus memperkokoh bangunan jembatan sebelum nantinya diserahkan dan dibuka untuk umum.
Komandan Tim (Dantim) Satgas TMMD, Serka Marno, menegaskan bahwa percepatan pengerjaan terus dilakukan tanpa mengesampingkan standar mutu bangunan. Menurutnya, ketelitian pada tahap penyelesaian akhir sangat menentukan daya tahan serta estetika jembatan tersebut.
“Kami berkejaran dengan waktu agar jembatan ini bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Kendati demikian, kami memastikan proses finishing dan pengecatan dikerjakan secara cermat dan tidak asal-asalan. Hasilnya harus kokoh, aman, dan tampak rapi,” ujar Serka Marno di sela-sela pemantauan proyek.
Di balik capaian angka 78 persen tersebut, tersimpan cerita tentang kuatnya budaya gotong royong yang terjaga antara prajurit TNI dan masyarakat Desa Jatipuro. Keterlibatan aktif warga tidak hanya menjadi motor penggerak percepatan fisik bangunan, tetapi juga memperkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat di wilayah Kabupaten Ngawi. [Don]












