LAMONGAN | PANTURAPOS – Suasana jam istirahat di sebuah sekolah dasar (SD) di Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, mendadak berubah mencekam pada Kamis (29/10). Empat siswa yang masih duduk di bangku kelas 1 dengan rentang usia sekitar 7 tahun dilaporkan terjatuh ke dalam sumur sedalam 8 meter di lingkungan sekolah.
Insiden nahas ini bermula ketika keempat bocah tersebut bermain di dekat area sumur yang ditutup menggunakan pelat cor beton. Diduga tidak mampu menahan beban, penutup sumur tersebut tiba-tiba jebol setelah anak-anak itu melompat-lompat di atasnya. Akibatnya, keempatnya langsung terjun bebas ke dalam sumur yang berisi sedikit genangan air di bagian bawah.
Mendengar kepanikan di lokasi kejadian, pihak sekolah bergerak cepat dengan melapor kepada aparat kepolisian sektor (Polsek) setempat. Mendapatkan laporan darurat tersebut, Kapolsek Modo AKP Witono Hariadi, S.H., bersama jajarannya langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) bersama bidan desa.
Berkat sinergi sigap antara jajaran kepolisian dan warga sekitar, proses penyelamatan darurat langsung digelar. Keempat korban berhasil diangkat dari dalam sumur dalam waktu singkat. Usai dievakuasi, mereka langsung menjalani pemeriksaan medis awal oleh tenaga kesehatan sebelum akhirnya dilarikan ke Puskesmas Modo guna mendapatkan penanganan lanjutan.
Berdasarkan laporan terkini, kondisi keempat siswa tersebut dipastikan selamat dan telah diizinkan pulang untuk menjalani rawat jalan di rumah masing-masing.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasihumas) Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi cepat antara aparat, tenaga medis, dan warga yang berhasil mencegah risiko fatal dalam insiden ini.
“Kami sangat bersyukur seluruh korban berhasil dievakuasi dengan selamat dan kini sudah berkumpul kembali bersama keluarga mereka. Kejadian ini harus menjadi pengingat penting bagi pihak sekolah maupun orang tua agar memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak, khususnya pada jam-jam istirahat,” ujar IPDA Hamzaid saat dikonfirmasi.
Lebih lanjut, pihak kepolisian juga mendesak pihak pengelola sekolah untuk segera mengevaluasi kelayakan seluruh fasilitas fisik di lingkungan pendidikan. Sumur, saluran air, maupun fasilitas terbuka lainnya diminta untuk diperketat keamanannya agar insiden serupa tidak terulang di kemudian hari.
“Faktor keselamatan anak adalah prioritas utama yang tidak boleh diabaikan. Kami mengajak seluruh elemen, baik guru, orang tua, maupun masyarakat, untuk lebih peka dan proaktif melaporkan potensi bahaya di lingkungan sekitar anak,” pungkasnya. [Bed]












