Daerah  

Percepat Akses UMKM Desa, Pemkab Gresik Sinergikan TNI-Polri Operasionalkan KDKMP

GRESIK | PANTURAPOS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bergerak cepat mematangkan operasionalisasi 356 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) guna menggerakkan roda perekonomian akar rumput. Langkah strategis ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Operasionalisasi KDKMP yang berlangsung di Wahana Ekspresi Poesponegoro, Gresik, Kamis (22/10/2026).

Forum koordinasi tersebut menyatukan langkah jajaran pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, para camat, hingga kepala desa untuk memastikan percepatan fisik gerai beriringan dengan kesiapan tata kelola usaha.

Berdasarkan data pemutakhiran per 19 Oktober 2026, sebanyak 259 gerai koperasi tercatat telah rampung dibangun. Jumlah ini menunjukkan tren positif dibanding capaian pertengahan September lalu yang berada di angka 256 unit. Sementara itu, 97 gerai sisanya masih berada dalam proses pengerjaan maupun perencanaan.

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan bahwa keberadaan KDKMP berbadan hukum—terdiri dari 330 koperasi desa dan 26 koperasi kelurahan—merupakan wujud nyata pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang pembentukan kemandirian ekonomi lokal.

“Koperasi Merah Putih disiapkan sebagai instrumen vital pemutus rantai isolasi ekonomi desa. Kehadirannya diproyeksikan untuk memperkuat jalur distribusi pangan dan kebutuhan pokok, memperluas pasar UMKM, sekaligus menyerap tenaga kerja lokal,” ujar Asluchul Alif.

Kendati demikian, Wabup Alif menggarisbawahi bahwa tolok ukur keberhasilan program ini tak berhenti pada berdirinya bangunan fisik gerai semata. Aspek krusial berikutnya terletak pada profesionalisme tata kelola dan keberlanjutan bisnis.

Untuk mendukung keberlanjutan tersebut, Pemkab Gresik kini mematangkan verifikasi dan validasi terhadap 190 KDKMP. Tahapan ini mengacu pada data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (SIMKOPDES) serta rekomendasi kesiapan lokasi dari PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero).

Guna menjamin transparansi dan akuntabilitas, pemkab mendorong peran aktif manajer koperasi dalam membaca potensi lokal, menyusun strategi kemitraan, dan meluncurkan inovasi produk unggulan desa.

“Pengurus, pengawas, dan manajer harus memiliki pemahaman tugas yang presisi. Sinergi ini penting agar koperasi mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi yang manfaatnya dirasakan langsung oleh seluruh anggota dan masyarakat desa,” pungkasnya.

Melalui integrasi tiga tahapan utama—penyelesaian konstruksi, validasi kesiapan lokasi, dan penguatan manajemen usaha—Pemkab Gresik optimistis kehadiran KDKMP mampu menjadi motor penggerak baru bagi kesejahteraan masyarakat desa dan kelurahan. [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *