PEMALANG | PANTURAPOS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang memberikan dukungan nyata terhadap kelancaran aktivitas dakwah dan pendidikan keagamaan. Usai memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-11 Tahun 2026, Plt. Bupati Pemalang, Nurkholes, secara simbolis menyerahkan hibah enam unit kendaraan operasional untuk pondok pesantren di Alun-Alun Pemalang, Kamis (22/10/2026).
Enam lembaga pesantren yang menerima bantuan armada operasional tersebut tersebar di beberapa wilayah kecamatan, yaitu:
-
Ponpes Al Falah (Kecamatan Moga)
-
Ponpes Mislakhul Muta’alimin (Kecamatan Warungpring)
-
Ponpes Nurul Huda Al Karimi (Kecamatan Warungpring)
-
Ponpes Al Islah (Kecamatan Ampelgading)
-
Ponpes Roudhotul Mubtadiin (Kecamatan Ulujami)
-
Ponpes Nurul Athfal (Kecamatan Ulujami)
Plt. Bupati Pemalang, Nurkholes, menegaskan bahwa bantuan kendaraan ini ditujukan untuk mempermudah mobilisasi santri dan pengurus pesantren dalam menjalankan ragam kegiatan keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.
“Kami berharap hibah kendaraan operasional ini dapat mengoptimalkan mobilitas santri dan menunjang seluruh program kerja pesantren dalam membina umat,” ujar Nurkholes.
Selain penyerahan unit mobil, momentum peringatan HSN 2026 tersebut juga dimanfaatkan Pemkab Pemalang untuk mengapresiasi para pemenang ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIII, Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) II, serta kompetisi Resik, Hijau, Apik (RHA) tingkat kabupaten.
Gelar Juara Umum MTQ XXXIII diraih secara berurutan oleh kafilah dari Kecamatan Pulosari, Kecamatan Taman, dan Kecamatan Moga.
Sementara pada ajang MQK II 2026, kategori putra menetapkan Khoerul Fatihin (Ponpes Mislakhul Muta’alimin, Warungpring) sebagai Juara I, disusul Chairul Alfi (Ponpes Al Falah, Moga) di posisi kedua, dan Alpha Labibul Ato (Ponpes Nurul Huda, Moga) di posisi ketiga.
Untuk kategori putri MQK II, Juara I diraih oleh Maulida Hidayah (Ponpes Al Ihsan, Watukumpul), Juara II oleh Siti Fadlilatul Istiqomah (Ponpes Al Muttaqin, Bantarbolang), dan Juara III direbut oleh Shirotun Nabawiyah (Ponpes Darul Muta’alimin, Petarukan).
Dalam amanatnya, Nurkholes mengingatkan bahwa HSN merupakan momentum sejarah untuk meneladani perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Di era modern, semangat tersebut harus ditransformasikan ke dalam penguasaan sains, teknologi, inovasi, dan akhlakul karimah.
Sesuai dengan tema HSN 2026, “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, Nurkholes mengajak seluruh santri di Kabupaten Pemalang untuk bersiap menjadi pilar pembangunan bangsa tanpa menanggalkan identitas keislaman dan tradisi luhur pesantren.
“Pesantren memiliki tiga fungsi vital, yaitu pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Jika ketiga fungsi ini berjalan optimal, akan lahir generasi berilmu dan berakhlak yang siap membawa Indonesia menuju masa keemasan di tahun 2045,” pungkasnya seraya menyampaikan ucapan selamat HSN 2026 kepada seluruh keluarga besar pesantren se-Kabupaten Pemalang. [Red]












