LAMONGAN, Panturapos.com | Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak 194 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengambil langkah konkret dalam menciptakan iklim belajar yang aman dan ramah anak. Bertempat di SDN Gedongboyountung, Kecamatan Turi, para mahasiswa menggelar sosialisasi pencegahan serta penanganan perundungan (anti-bullying), Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan ini dirancang untuk memutus mata rantai kekerasan verbal maupun fisik sejak usia dini. Di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) M. Irkham Mamungkas, S.T., M.T., serta Koordinator Desa Ahmad Dimas Putra Deva, edukasi dikemas secara interaktif agar mudah dipahami oleh para siswa sekolah dasar.
Materi yang disampaikan mencakup pengenalan bentuk-bentuk perundungan, dampak psikologis bagi korban dan pelaku, hingga langkah taktis yang harus dilakukan siswa ketika menyaksikan atau mengalami aksi bullying. Selain teori, para siswa diajak mempererat kebersamaan serta membangun rasa saling menghargai antar-teman.
DPL KKN Berdampak 194 UMM, M. Irkham Mamungkas, mengapresiasi inisiatif para mahasiswa dalam mengawal isu krusial di dunia pendidikan ini. Ia menekankan pentingnya pembentukan karakter yang berbelas kasih sejak di bangku sekolah.
“Kami berharap edukasi ini memberikan manfaat nyata yang berkelanjutan, tidak sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi pijakan awal terciptanya lingkungan sekolah yang penuh kasih sayang,” ujar Irkham.
Sementara itu, Koordinator Desa Ahmad Dimas Putra Deva menegaskan bahwa penanaman nilai kepedulian menjadi fokus utama program KKN mereka di tengah masyarakat. Harapannya, semangat anti-perundungan ini dapat terus dipraktikkan secara konsisten oleh seluruh warga sekolah.
Pihak SDN Gedongboyountung menyambut hangat dan memberikan apresiasi tinggi atas kepedulian mahasiswa UMM. Sinergi ini diharapkan terus berlanjut demi mendukung tumbuh kembang siswa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki budi pekerti luhur. [WHD]


