Peringati Maulid Nabi 1448 H, SDN Rumpuk Lamongan Tanamkan Akhlak lewat Dongeng Ceria Islami

LAMONGAN | PANTURAPOS — Pendekatan edukasi interaktif menjadi pilihan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Rumpuk, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H pada Senin (7/9/2026). Melalui kegiatan bertajuk “Dongeng Ceria Islami”, sekolah ini mengemas penanaman karakter keagamaan dengan suasana gembira dan komunikatif.

Acara yang dipandu oleh Guru PAI, Ustadz Muhammad Wahid, S.Pd.I., M.Pd., mengusung tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW — Cahaya Nabi, Cahaya Hatiku”. Berbeda dari metode ceramah konvensional, Ustadz Wahid menyampaikan kisah-kisah teladan Rasulullah melalui perpaduan seni bercerita, lantunan shalawat bersama, hingga permainan edukatif.

Suasana hening dan menyentuh tercipta saat gema shalawat dilantunkan bersama oleh ratusan siswa dari kelas bawah hingga kelas atas. Kebersamaan tersebut dilanjutkan dengan sesi kuis interaktif seputar sejarah Nabi, di mana para siswa tampak antusias berebut menjawab pertanyaan untuk mendapatkan apresiasi berupa hadiah menarik.

Dalam pesan utamanya, Ustadz Wahid mengajak para murid menjadikan sifat-sifat terpuji Nabi sebagai panduan berperilaku di kehidupan sehari-hari.

“Nabi Muhammad SAW adalah cahaya yang menerangi jalan kita. Jika anak-anak meneladani akhlak beliau—jujur, menyayangi teman, suka menolong, dan rajin beribadah—maka cahaya itu akan hadir di dalam hati kalian dan membawa kebaikan di mana pun berada,” ujar Ustadz Wahid.

Kepala SDN Rumpuk, Supriyadi, S.Pd., menyambut positif metode pembelajaran karakter berbasis pendekatan ramah anak ini. Menurutnya, pembelajaran moral yang disajikan tanpa kesan menggurui jauh lebih efektif melekat pada ingatan siswa.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Anak-anak diajak belajar dengan hati dan kegembiraan. Melalui bernyanyi, bermain, dan mendengarkan cerita, mereka menyerap nilai-nilai akhlak mulia secara alami. Harapan kami, nilai kebaikan ini tertanam kuat hingga mereka dewasa,” jelas Supriyadi.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang tersebut ditutup dengan pembagian hadiah dan foto bersama. Para siswa meninggalkan lokasi acara dengan keceriaan serta pemahaman baru mengenai keteladanan Rasulullah. [WHD]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *