Daerah  

Fokus UMKM dan Literasi, Universitas Soerjo Kirim 78 Mahasiswa KKN-T ke Karangjati

NGAWI | PANTURAPOS – Pemerintah Kabupaten Ngawi terus memperkuat sinergi dengan sektor akademis demi mendorong percepatan pembangunan wilayah pedesaan. Langkah konkret ini ditandai dengan diterjunkannya 78 mahasiswa Universitas Soerjo (Unsoer) untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 2026 di wilayah Kecamatan Karangjati.

Seremonial pelepasan para peserta KKN-T diselenggarakan pada Senin (2/11/2026), dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Ngawi sekaligus Dewan Yayasan Universitas Soerjo, Dwi Rianto Jatmiko.

Dalam pengarahannya, Dwi Rianto menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan warga lokal. Menurutnya, integrasi ilmu pengetahuan dari mahasiswa sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan riil yang dihadapi masyarakat desa.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat desa sehingga program pengabdian yang dijalankan mahasiswa lebih relevan dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Dwi Rianto.

Agenda pengabdian yang berlangsung selama satu bulan—terhitung mulai 2 November hingga 2 Desember 2026—ini menargetkan lima lokasi sasaran, yakni Desa Rejuno, Rejomulyo, Sembung, Brangol, dan Sidorejo. Selama di lapangan, para mahasiswa akan didampingi oleh 10 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Mengangkat tema besar mengenai pemberdayaan ekonomi, pendidikan, serta kemitraan berkelanjutan demi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, program kerja fokus pada tiga pilar utama: optimalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), peningkatan mutu literasi dan pendidikan, serta perkuatan jejaring kemitraan warga.

Rektor Universitas Soerjo, Febriawan Ardhi Nugroho, mengingatkan seluruh peserta agar aktif menggali potensi lokal melalui pola pendekatan sosial yang inklusif.

“Masing-masing desa punya kebutuhan prioritas. Mahasiswa di lapangan harus bisa menggali melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif dengan memperhatikan kondisi sosial, potensi, serta kebutuhan masyarakat setempat,” tegas Febriawan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua LPPM Universitas Soerjo, Khoyrul Anwar, menambahkan bahwa pelaksanaan KKN-T ini merupakan wujud nyata penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak langsung bagi kemajuan desa.

“Universitas Soerjo tidak hanya menyelenggarakan pendidikan di lingkungan kampus, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata melalui pemberdayaan dan pendampingan masyarakat,” pungkas Khoyrul. [Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *