LAMONGAN | PANTURAPOS – Keberadaan bangunan ibadah di lingkungan sekolah kini melampaui fungsi utamanya sebagai sarana salat. Di SMA Negeri 1 Kedungpring (SMAKED), Masjid Al Abror hadir sebagai pilar utama pengolah jiwa sekaligus ruang pembentukan karakter religius bagi seluruh civitas akademika, mulai dari peserta didik, guru, hingga staf kependidikan.
Langkah ini diambil manajemen SMAKED sebagai respons nyata dalam menghadapi tantangan zaman serta potensi degradasi moral di kalangan remaja. Melalui optimalisasi fungsi masjid, sekolah berupaya menciptakan keselarasan antara kecerdasan intelektual (Intelligence Quotient) dan kecerdasan spiritual (Emotional & Spiritual Quotient).
Kepala SMA Negeri 1 Kedungpring mengungkapkan bahwa pencapaian akademik yang tinggi harus selaras dengan pijakan moral yang kuat agar mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Masjid Al Abror kami jadikan sebagai wadah untuk menempa fondasi spiritual para siswa. Tujuan utama kami adalah mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki keimanan yang kokoh dan karakter mulia yang terpancar dalam tindakan sehari-hari,” ungkapnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, serangkaian program keagamaan yang terstruktur dan berkelanjutan terus digalakkan di Masjid Al Abror. Pembiasaan positif (habituasi) yang diterapkan mencakup:
– Salat Berkemajuan dan Tepat Waktu: Menanamkan nilai kedisiplinan serta mempererat kebersamaan antara tenaga pendidik dan para siswa.
– Penguatan Kajian Rohani Islam (Rohis): Menjadi ruang diskusi interaktif seputar moralitas remaja dan pendalaman ajaran Islam.
– Tradisi Literasi Al-Qur’an dan Doa Bersama: Dilaksanakan secara rutin untuk menghadirkan suasana belajar yang tenang, nyaman, dan penuh keberkahan.
– Peringatan Hari Besar Islam (PHBI): Membuka ruang kreativitas, kepemimpinan, dan gotong royong siswa dalam syiar keagamaan.
Dampak positif dari komitmen ini mulai terlihat pada iklim belajar di sekolah. Lingkungan SMAKED menjadi kian harmonis, tertib, serta mampu menekan potensi perilaku negatif di kalangan pelajar. Penanaman nilai-nilai seperti integritas, kejujuran, kepedulian sosial, dan sifat tawadhu kini menjadi identitas yang melekat pada diri siswa.
Melalui peran aktif Masjid Al Abror, SMA Negeri 1 Kedungpring membuktikan bahwa pendidikan formal dan penguatan karakter berbasis keagamaan dapat berjalan seiring untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas sekaligus berakhlak mulia. [Red]












