Opini  

Refleksi Hari Sumpah Pemuda: PEMUDA HARAPAN BANGSA

Oleh: Muhammad Wahid, S.Pd.I., M.Pd.
Ketua Umum DPP LSM ASLI

SEJARAH mencatat, tanggal 28 Oktober identik dengan sejarah nasional kita, yaitu lahirnya Hari Sumpah Pemuda — sebuah ikrar yang dicetuskan oleh para pemuda dari seluruh penjuru tanah air. Pada hari itu, mereka berkumpul dan berikrar: Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa. Pertemuan para pemuda kala itu menghidupkan ghirah dan semangat yang tanpa batas. Hegemoni penjajah berhasil mereka taklukkan, dan kolonialisasi yang dihadapi tidak menjadi penghalang untuk bersatu.

Pemuda adalah harapan umat dan bangsa. Pemuda adalah tulang punggung bangsa, dan pemuda hari ini adalah pemimpin di hari esok. Adagium itu sering kita dengar tatkala menyebut sekelompok masyarakat yang dinamakan pemuda. Hal ini tidak berlebihan, mengingat begitu pentingnya eksistensi pemuda di tengah masyarakat. Bahkan Allah SWT memberikan perhatian khusus terhadap pemuda, sebagaimana termaktub di dalam Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 13:

“Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.”

Dari masa ke masa, sosok pemuda memiliki andil serta peranan yang sangat penting dalam peradaban universal, termasuk dalam membangun umat. The best agent of change — frasa itulah yang paling tepat menggambarkan sepak terjang pemuda dalam perspektif sejarah Islam maupun dunia. Dalam kacamata sejarah peradaban Islam, pemuda merupakan tonggak kebangkitan umat serta sumber kekuatan pembela terhadap aqidah dan nilai-nilai kebenaran. Islam tidak dapat dilepaskan dari pemuda, karena Islam itu sendiri tumbuh dan besar berkat banyaknya pemuda berkualitas yang menjadi kader-kader di dalamnya.

Khalifah Umar bin Khattab RA pernah berkata:

“Tiap kali kuhadapi masalah-masalah besar, yang kupanggil adalah anak muda.”

Pemuda adalah aset bangsa yang tak ternilai harganya. Di tangan pemudalah bangsa ini dipertaruhkan. Bila kita ingin melihat kemajuan suatu bangsa, maka lihatlah pemudanya. Banyak tokoh nasional yang menggaungkan hebatnya peranan pemuda dalam membangun masyarakat dan bangsa. Ir. Soekarno, Bapak Proklamator, sering kali mengobarkan semangat dengan berucap: “Berikan aku sepuluh pemuda, maka akan aku goncangkan dunia ini.” Begitu besarnya peranan pemuda dalam menggerakkan dan mengawal kedaulatan sebuah bangsa.

Pemuda memiliki andil besar dalam sejarah kebangkitan bangsa. Maju mundurnya bangsa tergantung pada kondisi para pemudanya. Jika pemudanya memiliki jiwa yang maju, jiwa besar, dan jiwa kepemimpinan yang kuat, maka bangsa itu akan maju, besar, dan mampu berkontribusi dalam peradaban dunia.

Sebaliknya, jika pemudanya menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi bertentangan dengan nilai-nilai agama, maka masa depan bangsa itu akan suram.

Sosok pemuda seperti apa yang dapat diharapkan mampu membangun negeri ini?

Dalam Al-Qur’an digambarkan sosok pemuda yang luar biasa, yaitu Ashhabul Kahfi — sekelompok pemuda yang memiliki integritas moral dan keimanan yang kokoh. Allah berfirman:

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُم بِالْحَقِّ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى

“Mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.” (QS Al-Kahfi: 13)

Dalam sabda Nabi SAW pun diingatkan:

“Syabaabaka qabla haramika — manfaatkanlah masa mudamu sebelum masa tuamu.”

Dari ayat dan hadits tersebut tampak bahwa Islam sangat menekankan pentingnya masa muda. Ditekankan karena tidak saja masa muda adalah masa berbekal untuk hari tua, melainkan di masa muda itulah segala kekuatan dan semangat terlihat paling dahsyat.

Dalam sejarah Islam, kita mengenal deretan pemuda yang mengubah peradaban: Mush’ab bin Umair, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah, Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, dan banyak lainnya. Mereka adalah bukti nyata bahwa di tangan pemuda, kebenaran ditegakkan dan peradaban dibangun.

Adapun karakteristik pemuda yang diharapkan adalah:

Pertama: Pemuda yang selalu menyeru kepada kebenaran

“Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan.” (QS Al-A’raf: 181)

Pemuda sejati tidak hanya memahami kebenaran, tetapi berani menyampaikannya dan mewujudkannya dalam kehidupan bersama.

Kedua: Pemuda yang mencintai Allah dan Allah pun mencintai mereka

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Maidah: 54)

Cinta kepada Allah terwujud dalam kelembutan kepada sesama dan ketegasan dalam membela kebenaran, tanpa takut dikritik selama berada di jalan yang benar.

Ketiga: Pemuda yang saling melindungi, saling mengingatkan, dan taat kepada agama

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS At-Taubah: 71)

Persatuan yang dibangun atas dasar iman dan saling mengingatkan dalam kebaikan adalah pondasi terkuat sebuah bangsa.

Keempat: Pemuda yang memenuhi janjinya kepada Allah SWT

“(Yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian.” (QS Ar-Ra’d: 20)

Amanah dan kepercayaan adalah modal utama pemuda pembangun negeri. Tanpa kejujuran, tidak ada bangsa yang dapat berdiri kokoh.

Kelima: Pemuda yang tidak ragu berkorban dengan jiwa dan harta untuk kebenaran

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS Al-Hujurat: 15)

Membangun bangsa membutuhkan pengorbanan — waktu, tenaga, pikiran, maupun harta. Pemuda sejati tidak menunggu orang lain bergerak, tetapi ia yang bergerak di barisan terdepan.

Keenam: Pemuda yang tumbuh dalam ibadah dan hatinya terpaut dengan masjid

Rasulullah SAW bersabda:

“Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari tidak ada naungan selain naungan-Nya: pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, orang yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, orang yang mengingat Allah dalam kesendirian hingga air matanya mengalir, orang yang menolak godaan wanita terhormat dan cantik karena takut kepada Allah, serta orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi.” (HR Bukhari dan Muslim)

Kekuatan kecerdasan tanpa kekuatan iman akan mudah goyah. Pemuda yang senantiasa menjaga hubungannya dengan Allah akan diberi petunjuk dan kekuatan di setiap langkahnya.

Melalui para pemuda dengan karakteristik mulia inilah, Islam berhasil menyingkirkan segala bentuk kedzaliman dan membangun peradaban yang luhur. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan — dengan memberikan perhatian, bimbingan, dan kesempatan untuk berkiprah kepada para pemuda bangsa ini — Indonesia akan mampu bangkit kembali, menjadi bangsa yang kuat, beradab, dan diridhoi Allah SWT. Aamiin.

Peran pemuda adalah sebagai agent of change atau agen perubahan — diharapkan mampu berkontribusi mengubah tatanan masyarakat dan negara ke arah yang lebih baik. Pemuda adalah faktor terpenting dari kemajuan bangsa.

Pesan Bung Karno, “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan ku goncangkan dunia,” menyiratkan bahwa negara ini sangat membutuhkan pemuda yang bergerak, berpikir, dan menciptakan perubahan.

Maka kunci kesuksesan negara ini ada di tanganmu, wahai pemuda-pemudi Indonesia. Tingkatkanlah peranmu, ketahuilah fungsimu, dan terapkanlah sebagaimana mestinya. Sudah waktunya semangat pemuda Indonesia kembali menyala. Kita adalah penerus perjuangan bangsa. Berjuanglah untuk mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA
28 OKTOBER 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *