NGAWI | MDN – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 yang digelar Kodim 0805/Ngawi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial warga. Hal ini terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat Desa Jatipuro, Kecamatan Karangjati, dalam kegiatan edukasi pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan kekerasan terhadap perempuan pada Kamis (22/10/2026).
Penyuluhan yang berlangsung di Balai Desa Jatipuro tersebut menghadirkan kolaborasi antara Danramil 0805/05 Karangjati, Kapten Inf Wahidi, dengan tim dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Jawa Timur. Agenda ini dirancang untuk membuka wawasan warga mengenai pola-pola eksploitasi manusia serta pentingnya perlindungan kelompok rentan di tingkatan akar rumput.
Dalam paparannya, Kapten Inf Wahidi menyoroti tantangan perlindungan masyarakat yang kian kompleks di era transformasi digital. Menurutnya, kemudahan akses teknologi kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk menjaring korban melalui modus penawaran kerja atau keuntungan instan yang berujung pada perdagangan orang.
“Perkembangan teknologi digital mengharuskan kita ekstra waspada. Jangan mudah tergiur tawaran yang tidak jelas latar belakangnya, terutama yang menyasar perempuan dan anak-anak. Jika menemui kejanggalan atau potensi tindak pidana di lingkungan sekitar, segera koordinasikan dengan aparat setempat,” tegas Danramil.
Ia menambahkan bahwa deteksi dini kejahatan sosial membutuhkan peran aktif seluruh elemen desa, mulai dari tokoh masyarakat, pemerintah desa, hingga aparat kewilayahan. Sinergi ini dinilai vital agar tindak kekerasan maupun praktik TPPO dapat diantisipasi sebelum memakan korban.
Antusiasme warga selama sesi tanya jawab mencerminkan besarnya kebutuhan edukasi hukum di wilayah pedesaan. Melalui pembekalan ini, warga Desa Jatipuro diharapkan mampu mengenali indikasi awal kekerasan berbasis gender serta berani mengambil tindakan hukum yang diperlukan.
Langkah nonfisik ini menegaskan komitmen TMMD ke-130 Kodim Ngawi dalam menciptakan pemerataan pembangunan. Selain membenahi infrastruktur fisik desa, program ini secara konsisten membangun kesadaran hukum dan rasa aman demi terwujudnya lingkungan masyarakat yang kondusif. [Don]












