NGAWI | PANTURAPOS – Keberhasilan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0805/Ngawi tak sekadar ditentukan oleh deru alat berat dan cucuran keringat para prajurit di lokasi proyek. Di balik berdirinya fondasi jembatan dan mulusnya akses jalan di Desa Jatipuro, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, terdapat cerita kehangatan dari sebuah dapur sederhana milik warga setempat, Rabu (21/10/2026).
Adalah Bu Supiyah, sosok ibu paruh baya yang mendedikasikan waktu dan tenaganya saban hari untuk memastikan gizi dan stamina personel Satgas TMMD serta warga sekitar tetap terjaga. Meski tak memegang cangkul atau mengaduk semen, peran vitalnya menyajikan hidangan hangat menjadi bahan bakar utama para pekerja di lapangan.
“Kami sangat senang dan bersyukur bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan TMMD ini. Walau masakan kami sederhana, kami usahakan tetap bergizi. Yang penting bisa memicu senyum dan mengobarkan semangat bapak-bapak TNI dan warga saat bekerja,” ujar Bu Supiyah dengan raut wajah semringah.
Bagi Bu Supiyah, keterlibatannya menyiapkan konsumsi bukan sekadar rutinitas harian, melainkan bentuk pengabdian serta wujud rasa syukur atas masuknya program pembangunan ke desanya. Canda tawa serta kehangatan yang tercipta saat waktu istirahat makan siang menjadi potret nyata kuatnya sinergi antara rakyat dan prajurit TNI.
Aksi ketulusan dari balik dapur ini membuktikan bahwa konsep gotong royong dalam TMMD memiliki spektrum yang luas. Kemanunggalan TNI dan rakyat tidak hanya tecermin dari pembangunan infrastruktur fisik semata, melainkan juga dari ikatan emosional, kepedulian, dan rasa kekeluargaan yang tumbuh subur di tengah masyarakat. [Don]












