Perkuat Kamtibmas di Lamongan, AKBP Adhytiawarman Ajak Aktivis Mahasiswa Berkolaborasi

LAMONGAN | PANTURAPOS – Upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif terus diperkuat oleh Polres Lamongan. Langkah strategis ini diwujudkan melalui ruang dialog interaktif bertajuk Ngobrol Bareng Santai (Ngobras) yang digelar di Lobby Polres Lamongan, Senin (19/10).

Dalam forum diskusi terbuka tersebut, Kapolres Lamongan AKBP Adhytiawarman Gautama Putra, Ph.D., didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polres Lamongan, menerima langsung jajaran Pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lamongan serta DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Lamongan.

Pertemuan ini menjadi ajang konsolidasi penting dalam mempererat kemitraan antara kepolisian dan elemen aktivis mahasiswa. Pihak HMI dan GMNI pun menyampaikan apresiasi atas keterbukaan pimpinan Polres Lamongan yang siap menyerap aspirasi pemuda secara langsung.

Kapolres Lamongan menegaskan bahwa kepolisian terus berupaya mengedukasi generasi muda guna menekan angka kenakalan remaja, salah satunya melalui program pembinaan intensif di sekolah-sekolah. Namun, terkait potensi gangguan keamanan maupun kerawanan sosial, pihaknya memastikan bakal mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Terkait potensi konflik maupun kerawanan sosial, Polres Lamongan akan bertindak tegas dan memproses setiap pelanggaran sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas AKBP Adhytiawarman.

Di samping itu, menyikapi dinamika penyampaian pendapat di muka umum, Kapolres mengingatkan bahwa hak berdemokrasi telah dijamin undang-undang. Kendati demikian, seluruh prosesnya diharapkan tetap mengedepankan komunikasi, koordinasi, serta mematuhi prosedur tanpa mengganggu hak warga lainnya.

“Polres Lamongan siap memberikan pelayanan dan pengamanan secara profesional terhadap kegiatan penyampaian aspirasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasihumas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid, S.Pd., saat dikonfirmasi secara terpisah menjelaskan bahwa program Ngobras difungsikan sebagai wadah komunikasi dua arah yang konstruktif. Lewat sinergi ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi kontrol sosial, tetapi juga mitra strategis dalam deteksi dini kerawanan daerah.

“Sinergi ini juga diharapkan mampu mendukung upaya deteksi dini terhadap potensi kerawanan sosial, sekaligus mendorong mahasiswa berperan aktif dalam kegiatan kemanusiaan, seperti penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan maupun kegiatan sosial lainnya,” terang Ipda Hamzaid.

Melalui langkah inklusif ini, Polres Lamongan berkomitmen untuk terus merangkul seluruh elemen elemen masyarakat dan pemuda demi mewujudkan Kabupaten Lamongan yang aman, damai, dan kondusif. [NH]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *