NGAWI — Keberhasilan sebuah program teritorial tidak lahir dari ruang kerja yang nyaman, melainkan dari kedekatan pemimpin dengan lini terdepan. Prinsip inilah yang ditunjukkan oleh Kapten Inf Jumadi. Selaku Komandan Kompi (Danki) Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0805/Ngawi, perwira asal Yon TP 528 KBK Ngawi ini konsisten memilih turun langsung membersamai para prajurit dan warga di lokasi sasaran, Sabtu (31/10/2026).
Alih-alih hanya memantau dari balik meja komando, Kapten Inf Jumadi rutin terlihat membersamai proses pengerjaan fisik di lapangan. Mulai dari pembangunan jembatan penghubung, pemasangan paving blok jalan desa, program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga pengeboran sumber air bersih. Pendekatan persuasif dan egaliter ini dinilai ampuh mendongkrak moral kerja Satgas sekaligus merawat antusiasme masyarakat setempat.
Bagi perwira dengan rekam jejak teritorial yang matang ini, esensi TMMD melampaui target pencapaian fisik semata. Lebih dari itu, program lintas sektoral ini adalah momentum merawat kemanunggalan antara TNI dan rakyat.
“Kekuatan terbesar dalam menunaikan tugas ini bersumber dari amanah yang diemban. Ini adalah bentuk pengabdian suci kepada bangsa. Kami berkomitmen memberikan performa terbaik demi menghadirkan dampak positif yang dirasakan langsung oleh warga,” ujar Kapten Inf Jumadi di sela-sela kesibukannya mengawasi proyek infrastruktur.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa capaian progres TMMD ke-130 di wilayah Kabupaten Ngawi mustahil terwujud tanpa sinergi yang solid. Budaya gotong royong yang dijaga bersama antara personel TNI dan elemen masyarakat menjadi fondasi utama kelancaran seluruh program. Oleh karena itu, ia tak pernah bosan mengingatkan jajarannya agar senantiasa mengedepankan ketulusan, rasa tanggung jawab tinggi, serta mental pantang menyerah dalam setiap lembar tugas.
Melalui gaya kepemimpinan partisipatif yang ia terapkan, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0805/Ngawi optimis seluruh target pembangunan fisik maupun non-fisik dapat rampung tepat waktu dengan kualitas maksimal. Kehadiran figur pemimpin yang solutif di tengah-tengah anggota ini diharapkan mampu meninggalkan legacy berupa peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat di wilayah sasaran. [Don]












