BOJONEGORO | PANTURAPOS – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-349 ditandai dengan aksi napak tilas sejarah oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jumat (16/10/2026). Rangkaian ziarah ke makam para pendiri daerah ini menjadi pengingat penting agar arah pembangunan masa depan tidak lepas dari akar sejarah.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono memimpin langsung rombongan didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah, Ketua TP PKK Cantika Wahono, serta jajaran Forkopimda. Ziarah diawali dari Makam Buyut Dalem di Kelurahan Kadipaten, berlanjut ke peristirahatan Adipati Haryo Matahun di Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, hingga berakhir di makam Raden Kandjeng Sumantri yang berlokasi di Kelurahan Mojokampung.
Di setiap titik singgah, rombongan menggelar doa bersama secara khusyuk. Selain memohonkan tempat terbaik bagi para pendahulu, agenda ini diisi dengan penyerahan tali asih kepada para juru kunci dan ustadz pengelola makam sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka menjaga situs keagamaan setempat.
Momen ziarah ini juga memunculkan pesan mendalam dari pihak keluarga pendiri daerah. Priyo Hariyanto, cucu dari Raden Kandjeng Sumantri, menekankan bahwa peringatan HJB ke-349 hendaknya tidak sekadar menjadi seremoni rutin tahunan.
“Harapan saya, kekayaan alam dan seluruh sumber daya yang ada di Bojonegoro dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemakmuran masyarakat. Potensi yang kita miliki hendaknya menjadi sumber kesejahteraan sekaligus kebanggaan bagi Bojonegoro,” tutur Priyo di sela-sela kegiatan.
Semangat pengabdian dan integritas para tokoh masa lalu diharapkan menjadi kompas bagi jajaran birokrasi Bojonegoro dalam mengelola potensi daerah, khususnya sektor sumber daya alam, agar dampaknya dirasakan secara nyata dan berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat. [J2]












