PURWOREJO | PANTURAPOS — Menjalani pengobatan di luar daerah domisili kerap dibayangi kekhawatiran soal kerumitan birokrasi dan akses layanan. Namun, pengalaman berbeda dirasakan Rohanah (40), warga Kelurahan Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, saat harus mengakses fasilitas kesehatan di Kabupaten Purworejo.
Didampingi suaminya, Singgih Andy Nugroho (35), Rohanah menjalani perawatan medis di RS Palang Biru Kutoarjo di tengah kunjungan mereka menjenguk orang tua. Di luar dugaan, pelayanan yang ia terima di Purworejo setara dan sama memuaskannya dengan fasilitas kesehatan di kota asalnya, Bogor.
“Kalau dari pelayanannya, menurut kami sama-sama baik. Dokter, perawat, dan petugasnya ramah serta sigap membantu,” ujar Rohanah, Senin (14/9/2026).
Selain kualitas medis, aspek efisiensi waktu menjadi sorotan utama pasangan suami istri ini. Kehadiran inovasi digital seperti fitur Antrean Online pada aplikasi Mobile JKN dinilai mengubah total pengalaman berpasien menjadi jauh lebih praktis tanpa harus menghabiskan waktu lama di fasilitas kesehatan.
Singgih, yang sehari-hari bertugas sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), mengenang masa-masa ketika ia harus datang sejak subuh demi mengamankan nomor antrean rumah sakit. Kini, prosedur tersebut terpangkas drastis berkat transformasi digital yang dihadirkan BPJS Kesehatan.
“Dulu sebelum ada antrean online, habis salat Subuh kami sudah berangkat supaya mendapat nomor antrean. Sekarang cukup daftar dari rumah malam sebelumnya, lalu datang sesuai jadwal. Jauh lebih hemat waktu dan tenaga,” ungkap Rohanah.
Tidak sekadar berobat, momentum tersebut juga dimanfaatkan Singgih untuk berkonsultasi langsung dengan petugas BPJS Satu terkait administrasi kepesertaan. Mulai dari ketentuan penambahan anggota keluarga hingga pemanfaatan kanal layanan digital non-tatap muka seperti PANDAWA, semua terjawab lewat penjelasan komprehensif di lokasi.
Fleksibilitas Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang melintasi batas administratif ini membuktikan bahwa perlindungan kesehatan kini semakin adaptif terhadap mobilitas masyarakat yang tinggi. Melalui integrasi teknologi dan kemudahan akses lintas wilayah, peserta tetap dapat memperoleh perlindungan optimal kapanpun dan di manapun. [Red]












