LAMONGAN | PANTURAPOS – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) PSDKU Lamongan resmi meluncurkan inovasi Smart Posyandu berbasis Internet of Things (IoT) di Posyandu Dahlia, Desa Rejosari, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Senin (7/9/2026). Langkah ini menjadi awal transformasi pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa dari sistem konvensional menuju serba digital.
Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) 2026 yang didanai penuh oleh pihak kampus, PENS mengintegrasikan perangkat keras IoT dengan sistem informasi terpadu. Perangkat ini mampu mengukur berat serta tinggi badan balita secara otomatis dan presisi, lalu mengirimkan hasilnya langsung ke dalam basis data digital secara real-time.
Kepala PENS PSDKU Lamongan, Much. Chafid, menjelaskan bahwa pengaplikasian teknologi tepat guna ini dirancang untuk meringankan beban administratif para kader sekaligus meningkatkan kualitas pemantauan tumbuh kembang anak.
“Teknologi ini hadir untuk membantu para kader Posyandu dalam mengelola data kesehatan secara lebih efektif, akurat, dan terintegrasi. Pendataan yang terorganisir dengan baik akan memudahkan pemantauan kesehatan ibu dan balita secara berkelanjutan,” ujar Much. Chafid di sela-sela kegiatan.
Inisiatif tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Desa Rejosari. Kepala Desa Rejosari, Suparto, menilai kehadiran teknologi dari PENS sebagai lompatan besar dalam modernisasi infrastruktur kesehatan desa yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
Implementasi sistem Smart Posyandu berbasis IoT ini membawa sejumlah keunggulan utama:
-
Akurasi Data: Meminimalisasi risiko kesalahan pencatatan manual (human error) pada parameter fisik anak.
-
Efisiensi Waktu: Memangkas durasi pemeriksaan rutin bulanan, sehingga pelayanan kepada warga berlangsung lebih cepat.
-
Pemantauan Terintegrasi: Memudahkan penelusuran riwayat medis dan deteksi dini kondisi tumbuh kembang anak secara digital.
Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi alat yang dihadiri oleh jajaran perangkat desa, kader Posyandu Dahlia, serta warga setempat berlangsung secara interaktif dan antusias. Sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah desa ini diharapkan mampu menjadi percontohan tata kelola layanan kesehatan desa yang modern, mandiri, dan berkelanjutan. [NH]












