Daerah  

Hadirkan Hunian Sehat dan Aman, MWC NU Karangbinangun Mulai Program Bedah Rumah Warga Mayongkulon

LAMONGAN | PANTURAPOS — Aksi nyata kepedulian sosial kembali digaungkan di Kabupaten Lamongan melalui kolaborasi lintas lembaga. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Karangbinangun resmi menggandeng KSPPS BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nurul Hayat untuk merenovasi rumah tidak layak huni (RTLH) milik Ropa’i, warga Dusun Mayongkulon, Desa Mayong, Kecamatan Karangbinangun, Rabu (7/10/2026).

Prosesi awal pembangunan rumah berukuran 4×9 meter tersebut dimulai dengan pembongkaran bangunan lama secara bergotong royong. Kegiatan ini melibatkan jajaran pengurus MWC NU, perwakilan lembaga mitra, aparat pemerintah desa, serta masyarakat setempat yang antusias bahu-membahu di lokasi.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Karangbinangun, KH. Mashuda Syam, menjelaskan bahwa program bedah rumah ini merupakan wujud nyata komitmen moral organisasi dalam mendampingi serta meningkatkan taraf hidup warga kurang mampu.

“Inisiatif bedah rumah ini adalah ikhtiar kami untuk menghadirkan tempat tinggal yang tidak hanya layak, tetapi juga aman dan sehat bagi warga. Kami sangat mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga ini dan berharap sinergi kebaikan tersebut dapat terus berlanjut,” ujar KH. Mashuda Syam di sela-sela kegiatan.

Dukungan serupa turut disuarakan oleh Ketua KSPPS BMT Mandiri Sejahtera, H. Mahfud. Menurutnya, keikutsertaan lembaganya dalam aksi kemanusiaan ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat bawah.

“Kami bersyukur bisa mengambil bagian dalam program mulia ini. Harapannya, hunian baru bagi Bapak Ropa’i kelak tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga membawa keberkahan serta memantik semangat solidaritas sosial di tengah masyarakat,” ungkap H. Mahfud.

Sementara itu, Ketua Nurul Hayat Lamongan-Gresik, Sholikin Amin, yang hadir langsung bersama timnya, mengapresiasi tingginya semangat kebersamaan warga Desa Mayong. Kehadiran perangkat desa dan warga yang melebur dalam proses pengerjaan awal membuktikan bahwa budaya gotong royong masih terjaga dengan baik di wilayah tersebut.

Melalui sinergi erat antarlembaga dan masyarakat ini, kediaman Bapak Ropa’i ditargetkan rampung dalam waktu dekat, sehingga ia bersama keluarga bisa segera menikmati hunian yang sehat, layak, dan nyaman. [Bed]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *