KEDIRI KOTA | PANTURAPOS — Maraknya ragam modus penipuan digital yang menyasar masyarakat membuat jajaran penegak hukum dan otoritas moneter mengambil langkah taktis. Polres Kediri Kota bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri resmi memperkuat sinergi lintas instansi untuk memperluas edukasi keamanan siber hingga ke tingkat akar rumput.
Komitmen bersama ini mengemuka dalam pertemuan strategis antara Deputi Kepala Perwakilan BI Kediri dan jajaran Polres Kediri Kota di Mako Polres Kediri Kota, Rabu (23/9/2026). Pertemuan tersebut fokus merumuskan pola pencegahan preventif agar masyarakat tidak lagi menjadi korban kejahatan berbasis teknologi komunikasi dan transaksi keuangan.
Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., yang didampingi Wakapolres Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko serta Kasatreskrim AKP Achmad Elyasarif M., menegaskan bahwa penanganan tindak pidana siber tidak cukup hanya dengan penegakan hukum setelah kejahatan terjadi. Edukasi masif dinilai sebagai kunci utama pertahanan warga.
“Upaya pencegahan perlu diperkuat melalui edukasi yang mudah dipahami dan menjangkau masyarakat secara luas. Bhabinkamtibmas akan kami optimalkan sebagai ujung tombak untuk menyebarkan materi edukasi anti-penipuan langsung ke grup WhatsApp RT/RW dan warga di wilayah binaan masing-masing,” ujar AKBP Kresno.
Langkah pelibatan Bhabinkamtibmas ini dinilai efektif untuk menembus ruang digital warga secara langsung, mengingat para pelaku kejahatan kerap memanfaatkan celah komunikasi personal seperti pesan singkat, panggilan telepon, hingga tautan (link) palsu.
Menanggapi inisiatif tersebut, Deputi Kepala Perwakilan BI Kediri Saryo menyambut baik kolaborasi erat dengan kepolisian. Menurutnya, BI Kediri selama ini konsisten mengampanyekan kewaspadaan bertransaksi digital aman, dan siap memperluas cakupannya bersama Polres Kediri Kota.
“Kami siap berkolaborasi memperluas edukasi, tidak hanya kepada pelajar dan mahasiswa, tetapi juga menyasar Karang Taruna, organisasi kemasyarakatan, hingga kelompok masyarakat luas agar literasi keuangan digital warga semakin kuat,” ungkap Saryo.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Achmad Elyasarif memaparkan bahwa laporan aduan terkait penipuan online masih terus ditemukan di wilayah hukumnya. Berbagai modus operandi, mulai dari manipulasi identitas akun hingga rekayasa sosial, menuntut kewaspadaan ekstra dari masyarakat.
Dengan terjalinnya sinergi antara kepolisian dan Bank Indonesia ini, diharapkan benteng pertahanan digital masyarakat Kota Kediri semakin tangguh, sekaligus menekan ruang gerak sindikat penipuan online secara berkelanjutan. [Red]










