Lewat Gerakan Aksi Bersama, Anies Baswedan Pastikan Pembangunan Jembatan Lamongan Tuntas Tepat Sasaran

LAMONGAN | PANTURAPOS — Puluhan tahun terpisahkan oleh aliran sungai tanpa akses memadai, warga Desa Bojoasri di Kecamatan Kalitengah dan Desa Pomahanjanggan di Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, bersiap menyambut babak baru mobilitas mereka. Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, turun langsung meninjau titik rencana pembangunan Jembatan Titian Persatuan, Rabu (9/9/2026).

Kehadiran Anies di lokasi disambut antusias oleh ratusan warga, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta relawan gerakan sosial Aksi Bersama. Kunjungan ini sekaligus menandai dimulainya ikhtiar kolektif untuk merajut konektivitas wilayah yang selama ini menjadi hambatan utama dalam sektor pendidikan, kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian.

Selama ini, ketiadaan infrastruktur penghubung memaksa warga setempat mengambil jalur memutar yang jauh untuk sekadar menyeberang ke kecamatan tetangga. Hambatan geografis ini tidak hanya memperlambat aktivitas harian, tetapi juga menahan laju pertumbuhan ekonomi mikro di kedua wilayah.

Dalam peninjauannya, Anies menegaskan bahwa proyek pembangunan ini tidak boleh dipandang sebelah mata sebagai sekadar proyek fisik beton dan baja. Lebih dari itu, jembatan ini diciptakan untuk memangkas kesenjangan dan membuka pintu kemajuan bagi masyarakat akar rumput.

“Jembatan ini bukan hanya menyambungkan dua dusun dan dua kecamatan, melainkan menyambungkan antara ketertinggalan dengan kemajuan, serta mengubah tiadanya harapan menjadi penuh harapan,” ujar Anies di hadapan warga.

Ia juga menekankan bahwa realisasi Jembatan Titian Persatuan sepenuhnya bertumpu pada kekuatan gotong royong masyarakat melalui payung gerakan sosial Aksi Bersama. Pihaknya mengajak seluruh elemen warga, mulai dari tingkat desa hingga relawan, untuk bahu-membahu menyelesaikan konstruksi agar segera dirasakan manfaatnya secara lintas generasi.

Pembangunan jembatan di Lamongan ini menambah daftar panjang portofolio gerakan Aksi Bersama yang sebelumnya telah sukses merampungkan berbagai proyek infrastruktur mikro di sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatera Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Kehadiran proyek ini diharapkan mampu mendongkrak efisiensi biaya transportasi sekaligus mempercepat perputaran roda ekonomi perdesaan secara berkelanjutan. [WHD]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *