Daerah  

Khidmat Penurunan Sang Saka di Kalirejo, Sekcam Bojonegoro Pecut Semangat Generasi Muda

BOJONEGORO, Panturapos.com — Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro, saat gelaran upacara penurunan bendera Merah Putih dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung sore ini.

Upacara yang dihadiri oleh jajaran instansi pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, hingga pelajar ini menjadi puncak rangkaian peringatan hari kemerdekaan di wilayah Kecamatan Bojonegoro.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Bojonegoro memimpin langsung prosesi penurunan Sang Saka Merah Putih. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya merawat ingatan kolektif bangsa terhadap perjuangan para pahlawan.

“Kemerdekaan ini tidak didapat secara cuma-cuma, melainkan dari tetes keringat dan darah para pejuang. Makna perjuangan itu harus terus hidup dalam sanubari kita,” ujar Sekcam Bojonegoro di hadapan barisan peserta upacara.

Secara khusus, beliau menyoroti peran strategis generasi muda sebagai pilar masa depan bangsa. Ia mengimbau para pemuda di Bojonegoro untuk senantiasa membentengi diri dengan kegiatan yang produktif dan bernilai positif.

“Di era modern ini, perjuangan generasi muda bukan lagi mengangkat senjata, melainkan melawan ketertinggalan dengan karya, prestasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Hindari pergaulan negatif dan teruslah berinovasi,” tegasnya.

Antusiasme warga yang memadati area luar Lapangan Desa Kalirejo turut menambah kehangatan suasana. Penyelenggaraan upacara di tingkat desa ini mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat setempat.

Supardi (48), salah seorang warga Desa Kalirejo yang hadir menyaksikan jalannya upacara dari tepi lapangan, mengaku tersentuh dengan kekhidmatan acara dan pesan yang disampaikan Inspektur Upacara.

“Prosesi penurunan benderanya sangat rapi dan bikin merinding. Pesan dari Pak Sekcam tadi juga sangat pas, anak-anak muda sekarang memang butuh terus diingatkan supaya kegiatannya terarah ke hal-hal positif dan tidak terpengaruh pergaulan bebas,” ungkap Supardi.

Jalannya penurunan bendera oleh petugas Paskibra berjalan lancar tanpa hambatan. Rangkaian upacara kemudian ditutup dengan penghormatan bersama serta doa untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bojonegoro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *