POPDA XV & PEPARPEDA III Jatim 2026 Digelar: Ajang Cetak Atlet Bermental Baja Sekaligus Dongkrak Ekonomi Ngawi

NGAWI | PANTURAPOS – Kabupaten Ngawi mendadak bergemuruh dan menjadi pusat perhatian pencinta olahraga Jawa Timur. Sebanyak kurang lebih 10.000 orang yang terdiri dari atlet pelajar, ofisial, hingga pendamping memadati Alun-Alun Merdeka Ngawi, Jumat malam (6/11).

Kerumunan massa tersebut hadir dalam rangka menyambut pembukaan resmi ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III Jawa Timur 2026. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, hadir secara langsung untuk meresmikan pembukaan pesta olahraga akbar tingkat provinsi ini.

Berdasarkan data panitia, penyelenggaraan tahun ini mencatatkan rekor baru sebagai partisipasi tertinggi sepanjang sejarah pelaksanaan POPDA dan PEPARPEDA di Jawa Timur. Angka 10 ribu peserta ini tidak hanya mencerminkan antusiasme tinggi dari berbagai kabupaten/kota, tetapi juga menjadi indikator keberhasilan pembinaan atlet usia dini di Bumi Majapahit.

Dalam sambutannya, Emil Dardak mengapresiasi lonjakan partisipasi tersebut. Ia menilai bahwa ajang ini memiliki fungsi ganda yang strategis, yakni sebagai wadah pembibitan atlet masa depan sekaligus motor penggerak ekonomi lokal di Ngawi.

“Capaian angka partisipasi ini dikabarkan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah POPDA dan PEPARPEDA Jatim. Tentu kita berharap ini tidak hanya mendongkrak perputaran roda ekonomi daerah, tetapi juga sukses menempa mental generasi penerus,” ujar Emil di hadapan ribuan massa.

Mantan Bupati Trenggalek ini juga memotivasi para pelajar agar memaknai kompetisi bukan sekadar mengejar medali emas semata. Lebih dari itu, arena ini merupakan kawah candradimuka untuk membentuk karakter tangguh, kedisiplinan, serta daya juang yang kokoh.

Kendati demikian, Emil secara khusus mengingatkan seluruh kontingen—baik atlet maupun perangkat pertandingan—untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Kemenangan yang diraih melalui kejujuran dan kepatuhan terhadap aturan jauh lebih bernilai tinggi.

Sorotan penting dalam perhelatan tahun ini adalah integrasi penyelenggaraan PEPARPEDA III. Kehadiran ajang bagi atlet penyandang disabilitas ini menjadi simbol kuat bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen penuh terhadap prinsip kesetaraan dalam dunia olahraga.

Emil menegaskan bahwa kesempatan untuk mencetak prestasi dan mengibarkan bendera kebanggaan bukan hak eksklusif pelajar non-disabilitas saja. Pelajar penyandang disabilitas memiliki ruang dan hak yang setara untuk membuktikan kemampuan terbaik mereka di arena olahraga.

“Jawa Timur adalah rumah kita bersama, dan itu mutlak termasuk bagi saudara-saudari kita penyandang disabilitas,” tegas Emil, menegaskan bahwa tidak boleh ada diskriminasi fisik dalam memupuk prestasi olahraga.

Selain aspek prestasi dan mentalitas, gelaran akbar ini terbukti memberikan multiplier effect yang signifikan bagi perekonomian Kabupaten Ngawi sebagai tuan rumah.

Tingginya tingkat okupansi hotel, ramainya pusat kuliner, hingga serbuan pembeli pada produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menyampaikan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya untuk menjamu kontingen dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Ia optimis momentum ini menjadi panggung emas bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk unggulan daerah, mulai dari kerajinan tangan hingga kuliner khas Ngawi.

“Mobilitas ribuan peserta dan pendamping ini adalah kesempatan emas bagi pelaku usaha lokal kita untuk unjuk gigi. Produk kuliner hingga ekonomi kreatif khas Ngawi siap memikat para tamu dari luar daerah,” tutup Ony. [Don]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *