Gotong Royong Tanpa Kenal Lelah, Mbah Sugiran dan Satgas TMMD Wujudkan Mimpi Warga Jatipuro

NGAWI | PANTURAPOS — Waktu seakan berjalan lambat bagi Mbah Sugiran (70), warga Desa Jatipuro, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi. Selusin tahun lamanya, ia bersama ratusan warga lain mendambakan akses infrastruktur yang layak di lingkungan tempat tinggal mereka.

Impian itu kini bukan lagi angan-angan belaka. Di bawah terik matahari, deru mesin molen beton dan suara palu menghantam batu berpadu menjadi simfoni kemajuan. Lewat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 yang diinisiasi oleh Kodim 0805/Ngawi, wajah dusun mereka berubah total.

Jembatan yang dulunya rapuh kini berdiri kokoh, siap dilalui kendaraan roda empat untuk memperlancar roda perekonomian warga. Tak hanya itu, pelataran dan akses jalan di depan rumah Mbah Sugiran yang dahulu kerap becek saat musim hujan kini telah disulap menjadi jalan ber-paving rapi.

Melihat alat berat bekerja dan para prajurit TNI berseragam loreng bahu-membahu bersama warga, mata Mbah Sugiran tampak berkaca-kaca. Ada kelegaan mendalam yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

“Dulu kalau musim hujan, kami harus ekstra hati-hati. Jembatan sering khawatirkan kalau roboh, jalanan depan rumah juga licin. Alhamdulillah, sekarang berkat bapak-bapak TNI, semuanya jadi mudah. Saya sangat terharu dan bersyukur,” ucap Mbah Sugiran dengan suara bergetar saat ditemui di lokasi kegiatan, Jum’at (30/10/2026).

Pemberitaan mengenai program TMMD sering kali hanya berfokus pada angka-angka fisik: berapa kilometer jalan yang dibangun atau berapa unit jembatan yang didirikan. Namun, jika diamati lebih dekat, nilai terbesar dari TMMD justru terletak pada ikatan emosional yang terjalin di lapangan.

Di sela-sela kesibukan Satgas TMMD ke-130, Mbah Sugiran kerap terlihat, meski usianya tidak lagi muda, turut ambil bagian menyuguhkan secangkir teh hangat atau sekadar membantu merapikan material ringan. Pemandangan ini merefleksikan esensi sejati dari kemanunggalan TNI dan rakyat—bahwa pembangunan tidak melulu soal beton dan semen, melainkan tentang merawat jiwa kebersamaan yang mulai terkikis zaman.

Komandan Kodim 0805/Ngawi selaku Dansatgas TMMD menyampaikan bahwa keterlibatan aktif masyarakat seperti yang ditunjukkan Mbah Sugiran adalah motor penggerak utama kesuksesan program ini.

“TMMD bukan sekadar proyek fisik dari komando atas. Ini adalah wujud nyata kecintaan TNI kepada rakyatnya. Ketika masyarakat ikut merasa memiliki, di situlah keberlanjutan pembangunan desa akan terjaga,” tegasnya.

Melalui sinergi yang apik antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif warga Desa Jatipuro, TMMD ke-130 di Ngawi tidak hanya meninggalkan jejak berupa infrastruktur yang kokoh, tetapi juga menanamkan harapan baru bagi kesejahteraan jangka panjang masyarakat perdesaan. [Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *