NGAWI | PANTURAPOS – Dedikasi tanpa batas di hari libur terus ditunjukkan oleh Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim Ngawi. Di tengah padatnya volume pekerjaan fisik di lapangan, momen istirahat siang justru menjadi ruang krusial untuk mengisi ulang energi sekaligus mempererat ikatan emosional antar-prajurit melalui tradisi makan bersama, Minggu (25/10/2026).
Suasana penuh keakraban langsung terasa saat waktu rehat tiba. Canda dan tawa lepas dari para personel menyamarkan rasa lelah setelah memeras keringat sejak pagi hari. Di bawah naungan tempat berteduh sementara, raut wajah ceria mereka menjadi bukti nyata dari soliditas yang tetap terjaga di lokasi penugasan.
Pengalaman mendalam dirasakan oleh Prada Doni, salah satu anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim Ngawi yang berasal dari satuan Yon TP KBK Ngawi. Prajurit asal Kalimantan ini mengaku sangat menikmati dinamika kehidupan di lingkungan baru tempatnya mengabdi saat ini.
Meski harus menyesuaikan diri dengan pola hidup yang serba terbatas selama masa bakti, hal tersebut sama sekali tidak mengendurkan motivasinya untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat setempat.
“Walau tidur di lantai hanya beralaskan tikar dan menu makanan yang disajikan sangat sederhana, kami menjalaninya dengan kompak dan gembira. Ini adalah pengalaman pertama saya terlibat dalam program TMMD, jadi banyak sekali pelajaran berharga yang bisa saya ambil,” ujar Prada Doni.
Bagi Doni, penugasan di wilayah Ngawi ini bukan sekadar menjalankan perintah komando, melainkan juga sebuah medium untuk memperluas persaudaraan, mengasah adaptasi lingkungan, dan merasakan langsung denyut kehidupan sosial bersama rekan sejawat serta warga lokal.
Keterbatasan fasilitas di lapangan justru bertransformasi menjadi perekat yang memunculkan atmosfer kekeluargaan yang hangat. Hidangan sederhana yang disantap bersama di atas lantai menjadi simbol bahwa kesetaraan dan kebersamaan adalah pondasi utama keberhasilan misi.
Melalui program TMMD ke-130 ini, nilai-nilai luhur seperti gotong royong, disiplin korps, dan solidaritas sosial terus diinternalisasi. Seluruh elemen Satgas tetap memegang komitmen tinggi untuk merampungkan target pembangunan di wilayah sasaran.
Bagi mereka, esensi pengabdian sejati tidak hanya tercermin dari hasil kerja fisik di lapangan, namun juga dari bagaimana cara mereka merawat kebersamaan, empati, dan mental pantang menyerah. Dengan sinergi yang terus dipelihara, Satgas TMMD ke-130 Kodim Ngawi optimistis seluruh agenda kegiatan akan selesai tepat waktu dan membawa dampak positif jangka panjang bagi kesejahteraan warga. [Don]












