Hasil Panen Padi Sukowiyono Melimpah, Bupati Ony Tekankan Pentingnya Pertanian Ramah Lingkungan

NGAWI | PANTURAPOS – Keberhasilan uji coba varietas padi unggul lokal di Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, mendapat apresiasi tinggi dari Komandan Ciremai/081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto. Produktivitas lahan pertanian di kawasan tersebut terbukti melonjak signifikan dibanding penggunaan benih konvensional.

Saat menghadiri kegiatan panen raya di lokasi, Kolonel Untoro membeberkan bahwa hasil uji coba tahap kedua ini menunjukkan lompatan hasil panen yang amat memuaskan.

“Alhamdulillah, capaian uji coba kedua ini luar biasa. Varietas unggul lokal ini mampu mencetak hasil hingga 10,6 ton per hektar. Angka ini naik drastis jika dibandingkan varietas biasa yang umumnya hanya menghasilkan sekitar 9,4 ton,” paparnya di sela-sela panen raya pada Selasa (13/10/2026).

Kolonel Untoro menegaskan, terobosan inovasi di sektor agraris menjadi kunci utama mendorong efisiensi produksi pangan. Ia mendorong agar varietas ini terus diuji kekonsistenannya agar siap dijadikan rujukan utama para petani.

“Jika terbukti konsisten dan adaptif terhadap karakteristik lahan setempat, varietas ini patut diperluas. Kenaikan tonase panen secara langsung akan mendongkrak tingkat kesejahteraan para petani kita,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyampaikan bahwa capaian panen ini semakin memperkokoh predikat Ngawi sebagai pilar utama ketahanan pangan nasional.

“Kabupaten Ngawi berhasil mempertahankan posisinya sebagai daerah dengan produktivitas padi tertinggi di Indonesia selama tiga tahun berturut-turut. Capaian ini ditopang oleh keberadaan 22.000 titik sumur dalam sawah, angka terbanyak di tanah air,” ungkap Ony.

Tak hanya infrastruktur pengairan, elektrifikasi persawahan di Ngawi juga tercatat sebagai yang terbesar di Indonesia dengan jangkauan mencapai 17.000 titik listrik masuk sawah.

Meski demikian, Ony terus mewanti-wanti para petani agar tidak mengabaikan kesehatan ekosistem tanah di tengah kejaran target produksi.

“Ketergantungan pada pupuk kimia sintetis dalam jangka panjang berisiko merusak hara dan menurunkan daya dukung tanah. Maka dari itu, Pemkab Ngawi mewajibkan skema pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan demi menjaga vitalitas lahan untuk jangka panjang,” pungkasnya. [Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *