Protes Tower BTS Bermasalah, Warga Desa Losari Tagih Kejelasan Izin dan Ancam Putus Aliran Listrik

JOMBANG | PANTURAPOS — Suasana di depan Kantor Telkom Ploso, Kabupaten Jombang, mendadak riuh pada Rabu (7/10/2026). Puluhan warga yang didominasi oleh kaum hawa atau emak-emak turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa menuntut penutupan menara Base Transceiver Station (BTS) yang berdiri di tengah permukiman padat penduduk.

Aksi protes ini diwarnai dengan aksi damai berupa berselawat bersama sembari membentangkan berbagai poster aspirasi. Kehadiran massa yang menuntut ketegasan pihak perusahaan membuat aparat gabungan dari unsur TNI dan Polri dikerahkan untuk melakukan pengamanan ketat di lokasi.

Ketegangan ini bermula dari keresahan warga Desa Losari yang merasa terancam dengan keberadaan tower tersebut. Suwarso (60), salah satu warga RW 1 Desa Losari, mengungkapkan bahwa dirinya merasakan langsung dampak buruk fisik maupun material dari menara yang berdiri sangat dekat dengan kediamannya.

“Barang-barang dari tower banyak yang jatuh menimpa atap rumah sampai pecah. Selain itu, kepala juga sering pusing-pusing saat berada di dalam rumah,” ungkap Suwarso kepada awak media di sela-sela aksi.

Senada dengan hal tersebut, Ketua RW 1 Desa Losari, Haryanto, menjelaskan bahwa menara BTS tersebut telah berdiri sejak tahun 1995. Namun, selama puluhan tahun beroperasi, pihak pengelola dinilai tidak pernah membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar.

Haryanto menegaskan, masalah perizinan dan transparansi status hukum menara menjadi pemicu utama kemarahan warga. Warga mendesak agar pihak Telkom memberikan kejelasan yang transparan, alih-alih terus bungkam.

“Selama ini dari pihak Telkom tidak ada komunikasi sama sekali. Lebih baik itu dirobohkan atau diputus arus listriknya daripada di sini tidak ada kejelasan. Yang jelas warga merasa dibohongi oleh pihak Telkom,” tegas Haryanto.

Hingga aksi berakhir, warga berharap tuntutan mereka segera direspons serius oleh pihak berwenang guna menjamin keselamatan dan kenyamanan lingkungan permukiman mereka. [STS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *