Daerah  

Wujudkan Manajemen Talenta Unggul, 850 Pegawai Negeri di Tuban Jalani Pro-ASN Gelombang Kedua

TUBAN | PANTURAPOS – Upaya serius Pemerintah Kabupaten Tuban dalam mewujudkan birokrasi yang profesional dan objektif kembali berlanjut. Sebanyak 850 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Tuban menjalani uji potensi dan kompetensi melalui Profiling ASN (Pro-ASN) Gelombang 2 yang berlangsung pada 5 hingga 9 Oktober 2026.

Langkah strategis ini dirancang untuk menghapus praktik penempatan jabatan yang didasarkan pada unsur subyektivitas atau kedekatan personal, serta menggantinya secara penuh dengan sistem merit dan manajemen talenta berbasis kompetensi nyata.

5 Pilihan Judul Berita Menarik

  1. Bupati Tuban Tegaskan Penempatan ASN Berbasis Talenta, Basmi Budaya Suka-Tidak Suka Lewat Pro-ASN Gelombang 2

  2. Pemkab Tuban Gandeng BKN Petakan 850 PNS Lewat Pro-ASN Gelombang 2: Wujudkan Birokrasi Profesional

  3. Hapus Penempatan Berdasarkan Subjektivitas, 850 ASN Tuban Ikuti Uji Kompetensi dan Potensi

  4. Wujudkan Manajemen Talenta Unggul, 850 Pegawai Negeri di Tuban Jalani Pro-ASN Gelombang Kedua

  5. Sukseskan Sistem Merit, Bupati Tuban Turun Langsung Pantau Pemetaan Talenta Ratusan PNS

Naskah Berita

Pelaksanaan Pro-ASN Gelombang 2 ini dipusatkan di Gedung Assessment and Development Center BKPSDM Kabupaten Tuban, sementara sebagian peserta lainnya mengikuti asesmen secara mandiri sesuai titik lokasi yang telah ditentukan pada kartu peserta. Dalam menyukseskan program ini, Pemkab Tuban menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN) guna memastikan standar asesmen berjalan valid, akurat, dan transparan.

Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, yang akrab disapa Mas Lindra, menegaskan bahwa pemetaan talenta ini menjadi instrumen penting untuk melihat potensi riil yang dimiliki oleh setiap pegawai, termasuk kemampuan tersembunyi yang belum nampak dalam rutinitas kerja harian.

“Pro-ASN ini kami lakukan untuk melihat potensi dan kompetensi masing-masing ASN. Jadi, kami ingin penempatan ASN ke depan benar-benar berdasarkan talenta dan kemampuan, bukan karena suka atau tidak suka pimpinan,” ujar Mas Lindra saat melakukan peninjauan langsung lokasi asesmen, Selasa (6/10).

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjalani proses profiling ini dengan rileks dan memberikan jawaban yang jujur sesuai kondisi riil di lapangan. Menurutnya, hasil asesmen yang objektif akan menjadi fondasi utama dalam merancang peta jalan pengembangan karier pegawai yang tepat sasaran.

Peserta Pro-ASN Gelombang 2 kali ini berasal dari beragam latar belakang profesi dan jabatan, mulai dari tenaga pendidik (guru, kepala sekolah, dan pengawas), tenaga kesehatan, hingga pejabat struktural serta fungsional. Guna menjaga efektivitas pelaksanaan, asesmen dibagi menjadi dua sesi setiap harinya: sesi pagi pukul 08.00–11.00 WIB dan sesi siang pukul 13.00–16.00 WIB, dengan menyertakan 10 peserta cadangan sebagai antisipasi.

Melalui pemetaan komprehensif ini, Pemkab Tuban optimis dapat mengantongi profil kompetensi yang utuh dari seluruh jajaran birokrasinya. Hasil dari Pro-ASN Gelombang 2 ini nantinya tidak hanya memperkuat penerapan sistem merit, tetapi juga menjadi pijakan kuat dalam mengakselerasi manajemen talenta di Kabupaten Tuban menuju birokrasi yang lebih adaptif dan berintegritas. [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *