Daerah  

Komisi VI DPR RI: Kualitas Pertanian Lamongan Mampu Bersaing di Tingkat Asia Tenggara

LAMONGAN | PANTURAPOS — Sektor agribisnis, peternakan, dan perikanan di Kabupaten Lamongan mendapat suntikan energi baru. Komitmen ini menguat dalam gelaran Sarasehan Petani Milenial sekaligus ajang HKTI Fest Kabupaten Lamongan Tahun 2026 yang dipusatkan di Lapangan Desa Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng, Senin (5/10/2026).

Berlangsung dinamis pada pukul 15.00 hingga 16.45 WIB, acara yang dihadiri sekitar seratus peserta ini tak hanya menjadi ruang urun rembuk para pegiat tani, tetapi juga menandai pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lamongan periode 2026–2031 di bawah komando Moch. Aindra Imawan, S.P.

Dalam orasi perdananya, Aindra menekankan bahwa kepengurusannya bertekad menjadikan HKTI sebagai wadah inklusif bagi seluruh elemen produsen pangan—mulai dari petani tradisional hingga pelaku perikanan tangkap maupun budidaya. Menurutnya, fokus organisasi tidak boleh sebatas pada pengelolaan lahan darat, melainkan harus merambah optimalisasi sektor perikanan dan hilirisasi produk agribisnis lokal.

“Langkah ini krusial untuk mendongkrak nilai tambah komoditas lokal, yang pada gilirannya akan mengangkat kesejahteraan serta martabat masyarakat perdesaan di Lamongan,” ujar Aindra.

Aspirasi senada disampaikan oleh Ketua DPD HKTI Provinsi Jawa Timur, Muhammad Arum Sabil. Ia mengingatkan para pengurus yang baru dilantik agar tidak terjebak pada simbolisme administratif belaka. Arum menuntut jajaran HKTI untuk turun langsung mendampingi petani dan merumuskan solusi atas berbagai problem riil di lapangan, sekaligus mengakselerasi adopsi teknologi pertanian modern yang efisien.

“Pengurus HKTI harus hadir di tengah-tengah petani, memahami kendala mereka secara langsung, dan mengawal penerapan metode pertanian modern yang produktif,” tegas Arum.

Potensi besar sektor agraria Lamongan turut mendapat apresiasi dari Anggota Komisi VI DPR RI, H. Ahmad Labib, SH, MH. Ia menilai mutu komoditas pertanian asal Lamongan memiliki standar tinggi yang bahkan berdaya saing di kancah Asia Tenggara. Oleh karena itu, ia menaruh harapan besar agar HKTI Lamongan menjelma sebagai pilar strategis dalam mengokohkan ketahanan pangan daerah maupun nasional.

Pelantikan pengurus baru DPC HKTI Lamongan ini diharapkan menjadi titik balik dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor—melibatkan petani, pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga akademisi—demi mewujudkan ekosistem pertanian dan perikanan yang modern, tangguh, serta berkelanjutan. [Gih]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *