Musibah Datang Tanpa Duga, Program JKN PBI Beri Ketenangan dan Perlindungan Kesehatan Keluarga

KEBUMEN | PANTURAPOS – Musibah kesehatan kerap datang tanpa diduga dan mampu mengguncang kondisi finansial keluarga. Hal inilah yang dialami Roni (40), seorang buruh harian asal Desa Ketanda, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas. Mata Roni mengalami cedera serius akibat terkena pemberat kail saat melihat aktivitas memancing, hingga mengharuskan dirinya menjalani tindakan operasi medis.

Di tengah kecemasan menghadapi meja operasi, statusnya sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) menjadi penolong utama. Roni tak perlu memikirkan besarnya biaya pengobatan, mulai dari penanganan darurat, operasi pertama, hingga perawatan lanjutan yang kini masih dijalaninya.

“Saya sudah beberapa kali berobat di sini. Pelayanannya baik, dokternya ramah, perawat dan petugas lainnya juga sigap membantu,” ujar Roni saat ditemui di fasilitas kesehatan, Jumat (04/09/2026).

Tidak hanya berfokus pada pemulihan matanya, Roni juga memanfaatkan momentum perawatan tersebut untuk memastikan perlindungan kesehatan bagi keluarganya. Saat mengetahui status kepesertaan anak pertamanya yang baru lahir sempat tidak aktif, ia tak berdiam diri. Roni langsung berkoordinasi dengan petugas BPJS Satu (BPJS Siap Membantu) yang bersiaga di rumah sakit untuk menyelesaikan kendala administrasi tersebut.

Bagi Roni, memastikan seluruh anggota keluarga terproteksi oleh JKN adalah prioritas utama sebagai kepala keluarga. Selain jaminan finansial, ia juga merasakan langsung kemudahan akses layanan digital yang disediakan BPJS Kesehatan. Fitur antrean online pada aplikasi Mobile JKN menjadi andalannya setiap kali hendak berobat ke poli rumah sakit.

“Kalau mau berobat ke poli, saya sering pakai antrean online di Mobile JKN. Jadi lebih praktis, tidak perlu datang terlalu pagi hanya untuk mengambil antrean,” ungkapnya.

Pengalaman berhadapan dengan risiko medis mendadak ini makin menyadarkan Roni akan krusialnya memiliki jaminan kesehatan yang aktif. Menurutnya, kepastian perlindungan JKN memberikan rasa tenang dan aman bagi masyarakat berpenghasilan terbatas saat harus menghadapi situasi darurat.

“Yang penting bagi saya, anak-anak juga punya jaminan kesehatan. Kalau suatu saat membutuhkan pelayanan, sudah ada jaminan kesehatan tidak bingung lagi,” pungkas Roni.

[Reporter: Fandi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *