JAKARTA | PANTURAPOS — Karya literatur berbobot kembali melengkapi khazanah kebangsaan. Buku berjudul “Hidup Berkah — Bermanfaat bagi Masyarakat, Bangsa, dan Negara” karya Muhammad Wahid, S.Pd.I., Gr., M.Pd., mendulang apresiasi khusus dari pimpinan nasional, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H.
Dalam sekapur sirihnya, Prof. Zudan menegaskan bahwa karya ini berhasil menyentuh esensi terdalam dari eksistensi manusia, yakni sejauh mana kehadiran seseorang memberikan dampak positif bagi lingkungannya. Menurutnya, tolok ukur keberkahan hidup tidak terletak pada materi atau jabatan semata.
“Hidup yang berkah bukan diukur dari tingginya jabatan, banyaknya harta, atau luasnya pengakuan. Hidup yang berkah adalah ketika kehadiran kita membawa kebaikan dan kemanfaatan bagi orang lain,” ujar Prof. Zudan dalam keterangannya, Jumat.
Ia menilai gagasan yang diusung Muhammad Wahid sangat relevan dengan realitas pengabdian sekitar 6,7 juta Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh penjuru Tanah Air. Para ASN yang bekerja di berbagai lini pelayanan publik—seperti guru di ruang kelas hingga tenaga medis di puskesmas—merupakan fondasi yang menjaga denyut nadi bangsa dalam kesunyian.
“Pengabdian mereka tidak selalu disorot lampu panggung, namun itulah pengabdian yang sunyi namun menumbuhkan dan memperkuat bangsa,” lanjutnya.
Lebih mendalam, Prof. Zudan menggarisbawahi prinsip universal yang disampaikan dalam buku tersebut: keberkahan akan berbanding lurus dengan kemanfaatan. Ilmu, kekuasaan, kemampuan, maupun rezeki yang dimiliki seseorang baru menemukan nilai sejatinya ketika diabadikan untuk melayani, berbagi, dan membangun masyarakat tanpa diskriminasi.
Mengakhiri keterangannya, Kepala BKN berharap buku ini dapat menjadi lentera moral dan pengingat bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya para pelayan publik, untuk melandasi setiap tugas dengan niat tulus.
“Kita jadikan pengabdian sebagai cara hidup, dan kebermanfaatan sebagai ukuran keberhasilan. Karena itulah jalan hidup yang berkah,” pungkas Prof. Zudan seraya mendoakan agar karya tulis ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi penulisnya. [WHD]












